Header Ads

JADILAH PEMIMPIN YANG BERPERAN, BUKAN BAPERAN



olehAhmad Nasuka

Sekertaris Umum HMI Komisariat FITK Periode 2024-2025, Mahasiswa Bahasa Arab UIN WS

Istilah Baperan tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, Baper adalah singkatan “Bawa Perasaan (membawa emosi)”. Baper adalah bentuk pikiran dan sikap seseorang akibat terlalu terlibat dalam perkataan dan tindakan orang lain. Baper juga terjadi ketika seseorang melakukan sesuatu berlebihan terhadap perlakuan pribadi orang lain. Tentu, penyebab Baper banyak hal, tapi saya menyampaikan secara umum yang sering terjadi. Hal ini muncul tidak hanya dalam hubungan romantis/percintaan, tetapi juga dalam persahabatan dan Organisasi.

Baper menimbulkan berbagai reaksi yang kurang bagus, antara lain: Tersinggung, mudah marah, menangis, melampiaskan ke sana kemari membela diri. Atau bahkan dapat memicu reaksi tidak aman, perasaan tidak berdaya, merasa tidak mampu, cemas, tidak aman, dan jika diterus-teruskan akan merugikan diri sendiri.            

Maka dari itu Jadilah Pemimpin yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni dan punya pengendalian emosi yang baik. Jangan jadi Pemimpin yang bentar-bentar emosi. Apa-apa baper sendiri. Dikit-dikit gak jelas, tak ada komunikasi, menghilang, Apa tak malu bersikap bocah mulu. Mendewasalah kawan?

Menjadi pemimpin itu tentu tidak mudah karena selain berdamai dengan beragam perbedaan pendapat, kita harus berdamai juga dengan diri sendiri. Seperti rasa mudah tersinggung, gibahan, lebih-lebih terhadap kritikan karena sangat sulit kita jumpai kritik yang membangun tapi kadang hanya kritik yang hanya sekedar mencari kesalahan semata (kadang membuat down).

Pepemimpinan merupakan peranan yang krusial dalam sebuah komunitas. Seorang pemimpin tentu menjadi sorotan banyak orang. Maka dari itu, ia harus memperhatikan caranya melangkah dan memberi teladan bagi sesame bukan berjalan sesuai mood-nya doang.

Jadilah Pemimpin yang perofisional, tau yang Namanya keritik, saran dan perasaan. Jangan membawa masalah peribadi didalam organisasi yang menyebabkan kekacauan suatu organisasi. Terkadang yang sering muncul terjadinya Baper yaitu, tidak bisa membedakan yang Namanya keritik dan saran yang menyebabkan terjadinya ketersinggungan perasaan.

Kritik bukanlah ancaman, melainkan nasihat yang membantu seorang pemimpin dalam menjalankan tanggung jawabnya. Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, kritik berfungsi untuk mengingatkan ketika pemimpin lalai, menutup kekurangan saat terjadi kesalahan, menyatukan suara rakyat di belakang mereka, dan memulihkan hubungan hati yang terpisah.

No comments

Powered by Blogger.