JADILAH PEMIMPIN YANG BERPERAN, BUKAN BAPERAN
Sekertaris Umum HMI Komisariat FITK Periode 2024-2025, Mahasiswa Bahasa Arab UIN WS
Istilah Baperan tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, Baper adalah singkatan “Bawa
Perasaan (membawa emosi)”. Baper adalah bentuk pikiran dan sikap seseorang
akibat terlalu terlibat dalam perkataan dan tindakan orang lain. Baper juga terjadi
ketika seseorang melakukan sesuatu berlebihan terhadap perlakuan pribadi orang
lain. Tentu, penyebab Baper banyak hal, tapi saya menyampaikan secara umum yang
sering terjadi. Hal ini muncul tidak hanya dalam hubungan romantis/percintaan,
tetapi juga dalam persahabatan dan Organisasi.
Baper menimbulkan berbagai reaksi yang kurang bagus, antara
lain: Tersinggung, mudah marah, menangis, melampiaskan ke sana kemari membela
diri. Atau bahkan dapat memicu reaksi tidak aman, perasaan tidak berdaya,
merasa tidak mampu, cemas, tidak aman, dan jika diterus-teruskan akan merugikan
diri sendiri.
Maka dari itu Jadilah Pemimpin yang memiliki kapasitas
intelektual mumpuni dan punya pengendalian emosi yang baik. Jangan jadi Pemimpin
yang bentar-bentar emosi. Apa-apa baper sendiri. Dikit-dikit gak jelas, tak ada
komunikasi, menghilang, Apa tak malu bersikap bocah mulu. Mendewasalah kawan?
Menjadi pemimpin itu tentu tidak mudah karena selain berdamai
dengan beragam perbedaan pendapat, kita harus berdamai juga dengan diri sendiri.
Seperti rasa mudah tersinggung, gibahan, lebih-lebih terhadap kritikan karena
sangat sulit kita jumpai kritik yang membangun tapi kadang hanya kritik yang
hanya sekedar mencari kesalahan semata (kadang membuat down).
Pepemimpinan merupakan peranan yang krusial dalam sebuah
komunitas. Seorang pemimpin tentu menjadi sorotan banyak orang. Maka dari itu,
ia harus memperhatikan caranya melangkah dan memberi teladan bagi sesame bukan
berjalan sesuai mood-nya doang.
Jadilah Pemimpin yang perofisional, tau yang Namanya keritik,
saran dan perasaan. Jangan membawa masalah peribadi didalam organisasi yang
menyebabkan kekacauan suatu organisasi. Terkadang yang sering muncul terjadinya
Baper yaitu, tidak bisa membedakan yang Namanya keritik dan saran yang
menyebabkan terjadinya ketersinggungan perasaan.
Kritik bukanlah ancaman, melainkan nasihat yang membantu seorang pemimpin dalam menjalankan tanggung jawabnya. Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, kritik berfungsi untuk mengingatkan ketika pemimpin lalai, menutup kekurangan saat terjadi kesalahan, menyatukan suara rakyat di belakang mereka, dan memulihkan hubungan hati yang terpisah.
Post a Comment